Makanan dalam Program MBG Dipastikan sesuai Standar
Jakarta Selatan (7/11) – PIKIRANNASIONAL.com
Pelaksaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dijalankan dengan empat prinsip utama,
yakni kecukupan kalori, komposisi gizi seimbang, standar higienis, dan keamanan
pangan.
Pemerintah akan menjamin makanan yang diberikan kepada penerima manfaat
sesuai dengan standar gizi yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Kegiatan sosialisasi program MBG kali ini bertempat di Gedung
IKSG, Ulujami Kec. Pesanggrahan Kota Jakarta Selatan Kamis, (6/11).
Sosialisasi yang dimulai pada pukul 12.30 WIB itu dihadiri oleh ratusan
peserta yang merupakan warga setempat. Acara
sosialisasi program MBG di Jakarta ini
dihadiri oleh Anggota Komisi IX DPR RI, Surya
Utama, Anggota
DPRD Prov DKI, Astrid
Margareta, Tenaga Ahli Direktorat Promosi Badan Gizi Nasional, Anyelir Puspa Kemala.
Anggota Komisi IX DPR RI, Surya Utama, menyampaikan program MBG sebagai
bagian dari bentuk kepedulian negara pada warganya, Presiden Prabowo Subianto
menetapkan bahwa Makan bergizi Gratis (MBG) adalah Program Strategis nasional.
Keputusan ini ditaja oleh Presiden,
bukan sebuah semula jadi, tapi memang melalui proses persiapan serta
perencanaan yang
matang.
“Badan Gizi Nasional adalah lembaga baru yang dibentuk akhir tahun lalu untuk
dipercaya mengemban tugas tersebut untuk ‘menggawangi’ serta memastikan program
berjalan sebagaimana yang dicita-citakan. Melalui program ini, anak-anak
sekolah, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui mendapatkan akses terhadap makanan
bergizi seimbang yang aman dan higienis,” tutur Surya Utama.
Surya
Utama juga
memastikan bahwa kualitas gizi memiliki peran penting dalam menentukan
keberhasilan pendidikan dan masa depan bangsa.
“Program
Makan Bergizi Gratis sudah
dirancang terutama anak-anak, balita, serta ibu hamil dan menyusui sebagai
subyek penerima manfaat, masyarakat
mendapat perhatian secara
khusus oleh negara melalui program MBG ini,” tambahnya.
Menambahkan, Anggota DPRD DKI Jakarta, Astrid Margareta yang juga hadir pada
kesempatan tersebut, menyampaikan pentingnya dukungan masyarakat terhadap Program Makan
Bergizi Gratis yang digagas oleh pemerintah.
“MBG dibentuk sebagai langkah visioner dan investasi jangka
panjang untuk menciptakan generasi penerus bangsa yang cerdas, sehat, dan
berdaya saing,” jelas Astrid
Margareta.
Sementara itu, Tenaga Ahli Direktorat Promosi Badan
Gizi Nasional, Anyelir
Puspa Kemala, menjelaskan pekerjaan
besar ini membutuhkan kolaborasi bersama, tidak hanya pemerintah, masyarakat
pun diharapkan turut serta berperan aktif untuk bersama mewujudkan cita-cita
besar ini.
“Program
ini bukan sekadar intervensi gizi, tetapi juga investasi jangka panjang dalam
membangun SDM unggul dan produktif,” ujar Puspa, perwakilan BGN dalam
Sosialisasi Program MBG di Jakarta Selatan.
Puspa
menjelaskan bahwa MBG tidak hanya memberikan manfaat langsung kepada penerima
program seperti siswa, ibu hamil, dan masyarakat prasejahtera, tetapi juga
mendorong tumbuhnya ekonomi lokal melalui pemanfaatan produk pangan daerah.
“Makan
Bergizi Gratis identik dengan produk lokal, karena kami ingin memastikan bahan
pangan berasal dari masyarakat setempat. Dengan begitu, kita tidak hanya
menyehatkan anak bangsa, tapi juga memperkuat ekonomi daerah,” tutupnya.
“Kami
ingin setiap SPPG tidak hanya menjadi tempat makan bergizi, tapi juga pusat
penggerak ekonomi lokal dan pemberdayaan masyarakat,” tutupnya.

