Madiun, INFO_PAS – Tiada henti memperkuat upaya pencegahan gangguan keamanan dan ketertiban serta menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan bersih dari Handphone, Pungutan Liar, dan Narkoba (HALINAR), Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Kelas IIA Madiun kembali melaksanakan razia rutin di blok hunian Warga Binaan, Jumat (11/9).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari langkah deteksi dini dan pengawasan secara berkala terhadap kondisi blok hunian. Razia juga menjadi tindak lanjut atas perintah harian Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan melalui 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam upaya memberantas peredaran narkoba dan pelaku penipuan dengan berbagai modus di Lapas dan Rutan.
Razia dipimpin oleh Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (Ka.KPLP) dan Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Ketertiban (Adm. Kamtib). Kegiatan turut diikuti oleh Kepala Subseksi Pelaporan dan Tata Tertib (Portatib), Kepala Subseksi Keamanan, staf KPLP, staf Adm. Kamtib, serta Regu Pengamanan.
Penggeledahan dilakukan secara menyeluruh pada Blok C Bawah, khususnya kamar 8 dan 9. Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan sejumlah barang yang tidak seharusnya berada di dalam kamar hunian, di antaranya 5 buah paku, 4 buah pinset, 2 buah baut, 4 buah mur, 1 buah potongan besi, 1 kartu remi, 2 gulungan tali, 1 buah amplas, 1 buah korek api, 2 buah pencukur kumis, 3 buah bolpoin, dan 1 buah asbak rokok.
Seluruh barang hasil penggeledahan tersebut selanjutnya diamankan oleh petugas untuk dilakukan pendataan dan pemeriksaan lebih lanjut sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dari pelaksanaan razia, petugas tidak menemukan adanya handphone maupun narkoba di dalam kamar yang menjadi sasaran penggeledahan. Hasil tersebut menjadi indikator positif atas upaya pengawasan dan pencegahan yang dilakukan secara konsisten, sekaligus menjadi pengingat agar pengawasan tetap ditingkatkan untuk mencegah masuknya barang-barang terlarang ke dalam Lapas.
Ka.KPLP Lapas Pemuda Madiun, Kinayung Nirwana, menyampaikan bahwa razia rutin merupakan langkah penting dalam menjaga kondisi keamanan dan ketertiban di dalam Lapas. Menurutnya, penggeledahan dilakukan secara berkala sebagai bentuk deteksi dini terhadap potensi gangguan kamtib.
“Razia ini merupakan bagian dari deteksi dini yang kami lakukan secara rutin. Setiap kamar dan barang yang ditemukan kami periksa secara teliti. Hasil penggeledahan kali ini tidak ditemukan handphone maupun narkoba. Namun demikian, kami tetap mengamankan barang-barang yang berpotensi mengganggu keamanan untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan,” ujar Kinayung.
Sementara itu, Kasi Adm. Kamtib Lapas Pemuda Madiun, Denny Wahyu Kristanto, mengatakan bahwa kegiatan penggeledahan tidak hanya bertujuan menemukan barang terlarang, tetapi juga memastikan kondisi blok hunian tetap tertib dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Pengawasan harus dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan. Tidak ditemukannya handphone dan narkoba tentu menjadi hasil yang baik, tetapi bukan berarti pengawasan dapat dikurangi. Kami akan terus melakukan pemeriksaan secara berkala sebagai upaya mencegah masuk dan beredarnya barang-barang terlarang di lingkungan Lapas,” ungkap Kristanto.
Kepala Lapas Pemuda Madiun, Rudi Kristiawan, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen menjalankan langkah-langkah pencegahan secara maksimal untuk menciptakan Lapas yang aman, tertib, dan bersih dari HALINAR. Menurutnya, sinergi seluruh jajaran menjadi kunci dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban.
“Komitmen kami jelas, Lapas Pemuda Madiun harus terus bersih dari handphone dan narkoba serta berbagai potensi gangguan keamanan lainnya. Razia rutin merupakan salah satu bentuk keseriusan kami dalam melaksanakan deteksi dini dan pencegahan. Kami juga mengajak seluruh jajaran untuk terus menjaga integritas dan meningkatkan kewaspadaan dalam setiap pelaksanaan tugas,” tegas Rudi.
Melalui pelaksanaan razia rutin ini, Lapas Pemuda Madiun terus memperkuat pengawasan serta deteksi dini guna mencegah peredaran barang terlarang dan meminimalkan potensi gangguan keamanan. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi wujud komitmen Lapas Pemuda Madiun dalam mendukung pelaksanaan 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan serta mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan kondusif. (Humas Lapas Pemuda Madiun)
