PACITAN – Warga mendapatkan pelatihan pengolahan biofarmaka melalui kegiatan pelatihan kerja dan produktivitas tenaga kerja yang digelar Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja Kabupaten Pacitan.


Pelatihan yang berlangsung di Balai Desa Gayuhan tersebut salah satunya mengajarkan warga mengolah berbagai bahan tanaman menjadi minuman herbal berupa teh selagi saja.


Dalam kegiatan itu, peserta diperkenalkan dengan bahan-bahan herbal yang telah dikeringkan. Bahan tersebut kemudian dipilah dan diolah sebagai campuran teh yang dapat dikonsumsi maupun dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi.


Pelaku usaha jamu sekaligus instruktur pelatihan, Nikmatul Lailiyah, mengatakan keterampilan pengolahan tanaman herbal dapat menjadi peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan produk rumahan.


> “Bismillah, kita belajar membuat teh selagi saja. Bahan-bahan herbal yang ada di sekitar kita bisa diolah menjadi minuman yang memiliki nilai manfaat dan juga nilai jual,” kata Lailiyah.




Menurutnya, pelatihan tidak hanya memberikan pengetahuan mengenai proses pengolahan, tetapi juga mendorong peserta agar mampu memanfaatkan potensi bahan herbal di lingkungan sekitar.


Peserta juga diperkenalkan pada tahapan pemilahan dan pengeringan bahan sebelum diolah menjadi teh. Dengan keterampilan tersebut, masyarakat diharapkan dapat mengembangkan produk biofarmaka secara mandiri.


Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Pelatihan Pengolahan Biofarmaka Tahun 2026, melalui program pelatihan kerja dan produktivitas tenaga kerja yang dilaksanakan Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja Kabupaten Pacitan.