Madiun, INFO_PAS – Jajaran staf Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Lapas Pemuda Kelas IIA Madiun kembali melaksanakan kegiatan kontrol dan inventarisasi permasalahan di kamar hunian Warga Binaan, Senin (26/10). Kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya mendengar secara langsung kondisi Warga Binaan sekaligus mengidentifikasi berbagai permasalahan, terutama terkait fasilitas kamar hunian yang digunakan dalam aktivitas sehari-hari.


Dalam kegiatan tersebut, jajaran KPLP menyambangi kamar-kamar hunian untuk berdialog langsung dengan Warga Binaan. Petugas mendengarkan berbagai masukan, keluhan, serta kendala yang dihadapi, khususnya mengenai kondisi sarana dan prasarana kamar hunian. Inventarisasi ini menjadi langkah awal untuk memetakan kebutuhan dan menentukan tindak lanjut terhadap permasalahan yang ditemukan, sehingga kondisi hunian tetap terjaga dengan baik, aman, dan nyaman.


Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (Ka. KPLP), Kinayung Nirwana, menyampaikan bahwa kegiatan inventarisasi ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada Warga Binaan melalui pendekatan yang komunikatif dan responsif.


“Melalui kegiatan ini, kami ingin mendengar langsung apa yang menjadi keluhan dan kebutuhan Warga Binaan. Setiap masukan akan kami inventarisasi dan pelajari untuk menentukan langkah tindak lanjut sesuai dengan kewenangan dan ketentuan yang berlaku,” ujarnya.


Sementara itu, Kepala Lapas Pemuda Madiun, Rudi Kristiawan, menegaskan bahwa komunikasi langsung dengan Warga Binaan merupakan bagian penting dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang kondusif. Menurutnya, pengawasan tidak hanya berfokus pada aspek keamanan dan ketertiban, tetapi juga perlu diimbangi dengan perhatian terhadap kondisi serta kebutuhan dasar Warga Binaan.


“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan di dalam lapas. Keluhan dan masukan dari Warga Binaan perlu didengar dan ditindaklanjuti secara proporsional agar setiap permasalahan dapat ditangani dengan baik. Dengan komunikasi yang terbuka, kami berharap tercipta lingkungan hunian yang aman, tertib, dan lebih nyaman,” tegasnya.


Salah satu Warga Binaan berinisial K menyampaikan apresiasinya atas kehadiran petugas yang bersedia mendengarkan secara langsung keluhan di kamar hunian.


“Kami merasa diperhatikan karena bisa menyampaikan keluhan dan masukan secara langsung kepada petugas. Harapannya, hal-hal yang menjadi kendala di kamar hunian dapat segera ditindaklanjuti sehingga aktivitas sehari-hari bisa berjalan lebih nyaman,” ungkapnya.


Melalui kegiatan ini, Lapas Pemuda Madiun berharap inventarisasi permasalahan dapat menjadi sarana evaluasi sekaligus dasar dalam menentukan langkah perbaikan terhadap fasilitas kamar hunian. Kegiatan tersebut juga menjadi wujud komitmen jajaran Lapas Pemuda Madiun dalam memperkuat komunikasi dengan Warga Binaan, menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban, serta mewujudkan pelayanan pemasyarakatan yang responsif, humanis, dan berorientasi pada pemenuhan kebutuhan Warga Binaan. (Humas Lapas Pemuda Madiun)